Sebelum membeli properti berupa apartemen diperlukan pertimbangan dari berbagai faktor. Bukan hanya sebatas harga murah atau mahal, namun pertimbangan lokasi, fasilitas, hingga keamanan menjadi faktor penting untuk menentukan hunian apartemen yang tepat dengan anda. Faktor-faktor tersebut sangat perlu diperhatikan agar anda tidak menyesal dikemudian hari.
Memang banyak keuntungan tinggal di apartemen yang menjadikan pembeli lupa, sehingga lalai mengecek aspek penting lainnya. Mungkin Anda akan mendapatkan fasilitas penunjang gaya hidup yang lengkap, lokasi yang dekat dengan tempat kerja, hingga pemandangan kota jika tinggal di apartemen. Namun, perlu diingat sebelum memutuskan membeli unit, cek terlebih dahulu pertimbangan beli apartemen yang akan dijelaskan pada poin-poin di bawah.
Calon Pembeli Memahami Tujuan dan Kebutuhan Membeli Apartemen
Ada 16 hal yang perlu diketahui calon pembeli sebelum membeli Apartemen yaitu:
Lokasi Apartemen
Aksesibilitas lokasi Apartemen
Status Lahan Apartemen
Perhatikan Fasilitas dan Sarana yang ditawarkan
Buat Perbandingan Harga Apartemen sesuai segmen
Perhatikan Usia Bangunan Apartemen sejak dioperasikan pertama kali
Biaya Booking Fee
Biaya KPA dan PPJB
Biaya AJB dan Pengurusan
Biaya Perawatan dan Lain-lainnya
Ketersediaan area Parkir
Fasilitas
Asuransi
Pemandangan atau View unit yang akan dibeli
Keamanan Penghuni
Kepadatan unit-unit per lantai
Setelah calon pembeli mengetahui kebutuhan dan tujuan dari membeli apartemen, kini saatnya memperhatikan berbagai pertimbangan beli apartemen. Di bawah ini akan dijelaskan beragam pertimbangan beli apartemen yang sebaiknya Anda perhatikan sebelum mengambil keputusan. Terdapat 16 pertimbangan beli apartemen yang masing-masing berhubungan dengan lokasi, biaya, hingga kondisi lingkungan. Berikut ini penjelasannya:
1. Lokasi Apartemen
Baik beli rumah atau apartemen, lokasi selalu menjadi poin penting. Pastikan pertimbangan beli apartemen yang memiliki prospek bagus berdasarkan lokasinya. Cari tahu juga apakah apartemen yang hendak dibeli banjir peminat atau tidak. Biasanya apartemen yang memiliki lokasi yang bagus diminati banyak calon pembeli. Jika Anda tidak mau terjebak kemacetan dan menghabiskan waktu di jalanan berjam-jam ketika berangkat kerja, sebaiknya pilih apartemen yang lokasinya dekat dengan kantor. Atau mungkin pilih apartemen dekat pusat perbelanjaan dan tempat makan.
2. Aksesibilitas Lokasi Apartemen
Pilihlah lokasi apartemen yang berdekatan dengan jalur transportasi umum dan moda transportasi publik, seperti stasiun Kereta Rel Listrik (KRL), halte bus, stasiun MRT, dan sebagainya. Selain dapat memudahkanmu dalam beraktivitas, apartemen dengan akses terbaik biasanya memiliki nilai investasi lebih tinggi. Selain itu harus diperhatikan kedekatannya dengan fasilitas pendukung lain, seperti pusat belanja, rumah sakit, tempat ibadah, sekolah, dan lain-lain.
3. Periksa Status Lahan
Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah status lahannya, apakah residensial atau komersial. Apabila status tanahnya masuk golongan komersial, maka nilai taksiran dan tagihan biaya-biaya untuk keperluan seperti listrik, air, kebersihan, akan lebih tinggi dibanding yang berstatus residensial. Selain itu, penting untuk mengetahui jenis sertifikat yang melekat pada tanah maupun bangunan, karena berbeda jenis sertifikat akan mempengaruhi hak kepemilikan unit apartemen. Biasanya pada apartemen, sertifikat yang dimiliki adalah Hak Guna Bangunan (HGB) yang memiliki jangka waktu tertentu yang perlu diperbaharui.
4. Perhatikan Fasilitas dan Fitur yang Ditawarkan
Gali informasi seputar fasilitas apa yang ditawarkan dalam unit apartemen maupun fasilitas pendukung di sekitar apartemen. Pastikan fasilitas-fasilitas yang disediakan bisa memenuhi tujuan dan kebutuhan Anda. Untuk mengetahui fasilitas yang ditawarkan, pembeli bisa mengunjungi secara langsung unit apartemen yang akan dibeli. Jika unit apartemen dalam status pembangunan, bisa cari tahu melalui brosur yang ditawarkan atau bertanya secara langsung melalui staf pemasaran terkait. Jika membeli apartemen subsale, akan sangat bijaksana untuk memeriksa setiap kondisi fasilitas yang tersedia.
5. Buat Perbandingan Harga Apartemen
Jangan terburu-buru mengambil keputusan ketika akan membeli apartemen, karena membeli apartemen bisa saja menjadi salah satu keputusan besar yang dampaknya cukup panjang. Salah satu pertimbangan beli apartemen yang perlu dilakukan adalah membandingkan harga apartemen. Pembeli bisa membandingkan harga apartemen dengan unit yang memiliki lokasi berdekatan dengan spesifikasi sama. Jika ingin membeli apartemen tipe studio, bandingkanlah dengan jenis unit yang sama. Pertimbangan beli apartemen dengan membandingkan harga bisa juga dilakukan dengan melihat spesifikasi material apartemen, fasilitas, hingga rencana pembangunan infrastruktur di sekitar lokasi.
6. Perhatikan Usia Bangunan Apartemen
Usia gedung apartemen adalah pertimbangan yang cukup vital apabila Anda berencana untuk membeli apartemen sekunder (subsale). Unit apartemen yang memiliki usia cukup tua biasanya memerlukan biaya perawatan yang nilainya cukup besar jika dibandingkan dengan apartemen baru. Dengan alasan tersebut, sebaiknya Anda cukup teliti saat mempertimbangkan apartemen yang usianya sudah tua. Anda harus mengecek mulai dari kondisi unit apartemen hingga fasilitas publik pendukung seperti kolam renang, pusat kebugaran, dan lainnya.
7. Biaya Booking Fee
Sebagai penanda proses jual beli unit apartemen, biasanya biaya pertama yang dikeluarkan adalah biaya booking fee yang dibayarkan kepada pihak pengembang (developer). Besaran biaya booking fee biasanya cukup beragam mengikuti kebijakan masing-masing pengembang. Biaya yang telah dibayarkan ini biasanya tidak dapat dikembalikan apabila Anda membatalkan pembelian unit apartemen. Sebaliknya, jika pembelian dilanjutkan, biaya booking fee umumnya akan mengurangi harga total dari unit apartemen.
8. Biaya KPA dan PPJB
Dalam proses jual beli apartemen, pembeli dapat melunasi unit apartemen dengan berbagai cara pelunasan. Yang paling umum terdapat dua cara, yaitu pembayaran secara tunai keras (cash) & kredit. Fasilitas pembayaran kredit ini biasanya disebut dengan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). KPA disediakan oleh bank yang biasanya telah bekerja sama dengan pengembang. Dalam proses pengajuan KPA terdapat biaya-biaya yang nantinya harus dikeluarkan sampai KPA disetujui oleh bank, meliputi biaya administrasi, provisi, asuransi apartemen dan jiwa, hingga notaris. Setelah pengajuan KPA disetujui, Anda selanjutnya diharuskan mengurus PPJB (Perjanjian Perikatan Jual Beli) antara pembeli dan pengembang. Perjanjian ini dibuat untuk mengikat kedua belah pihak sebagai bukti pembelian unit apartemen.
9. Biaya AJB dan Pengurusan
Akta Jual Beli (AJB) adalah dokumen resmi yang menerangkan proses jual beli di mana pembeli membeli sebuah unit apartemen dari pengembang secara legal di bawah saksi yaitu notaris. Akta Jual Beli merupakan salah satu dokumen utama yang diperlukan untuk pengurusan Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS).
10. Biaya Perawatan dan Lain-lainnya
Umumnya jika menempati apartemen, biaya pemeliharaan akan dikenakan pada setiap unit yang dibayarkan per bulan, per tiga bulan, atau per tahun. Biaya tersebut dipergunakan untuk perbaikan gedung atau renovasi. Biaya pemeliharaan ini bisa lebih mahal jika usia bangunan sudah tua, dan ada kemungkinan biayanya selalu naik per tahun. Biaya pemeliharaan gedung meliputi Iuran Pemeliharaan Lingkungan (IPL), biaya servis, biaya listrik, air, parkir, serta pemeliharaan saluran pembuangan dapur dan sampah (sinking fund). Ada juga apartemen yang memasukkan biaya TV kabel ke dalam iuran pemeliharaan. Pada dasarnya penetapan besaran biaya pemeliharaan dihitung berdasarkan luas apartemennya. Misalnya, Anda tinggal di apartemen berukuran 30 $m^{2}$ dan biaya pemeliharaan apartemen Anda Rp25.000/$m^{2}$, maka biaya per bulan yang harus dikeluarkan adalah Rp25.000 \times 30m^{2} = \text{Rp750.000,-}$.
11. Area Parkir Apartemen
Pembeli harus mempertimbangkan tempat parkir. Mayoritas apartemen hanya memberikan satu kuota lahan parkir untuk menampung satu mobil per unit. Jika Anda memiliki lebih dari satu mobil, siap-siap mengeluarkan dana ekstra untuk menyewa lahan parkir tambahan. Cari tahu apakah area parkirnya berada dalam sistem pengamanan yang ketat atau tidak. Adakah petugas sekuriti yang berjaga selama 24 jam? Sebaiknya, pilih lokasi parkir yang berdekatan dengan akses lift jika Anda tinggal bersama anak-anak atau orang tua.
12. Fasilitas Apartemen
Ada banyak apartemen yang menawarkan fasilitas seperti kolam renang, pusat kebugaran, taman bermain anak, hingga ruang serbaguna untuk menunjang berbagai kebutuhan penggunanya. Meski demikian, jika membeli apartemen subsale, akan sangat bijaksana untuk memeriksa kondisi fisik setiap fasilitas yang tersedia. Anda tentu tidak ingin membayar biaya kebugaran jika fasilitas alat-alat di gym banyak yang rusak, bukan?
13. Asuransi
Apartemen yang Anda beli biasanya memang sudah diasuransikan oleh pihak pengembang. Namun, untuk perlengkapan dan perabotan pribadi di dalam unit apartemen, Anda harus mengasurusikannya sendiri karena hal tersebut bukan tanggung jawab pengembang. Anda bisa mencari produk asuransi apartemen yang memproteksi keseluruhan unit beserta isinya. Perlindungan ini penting, misalnya jika terjadi kebakaran pada unit tetangga dan unit Anda ikut terkena dampaknya.
14. Pemandangan (View)
Jika tujuan membeli apartemen untuk dijadikan instrumen investasi, pilihlah unit yang menyuguhkan pemandangan indah dari balkon. Harga jual atau sewanya bisa jauh lebih tinggi! Bayangkan jika saat terbangun, pandangan Anda langsung disambut lanskap ikonik kota atau kelap-kelip lampu malam dari jendela balkon. Siapa yang tidak tertarik? Bila Anda memilih unit di lantai paling atas agar puas menikmati pemandangan kota, pastikan material jendela terbuat dari bahan yang kokoh serta rangkanya tahan lama untuk menahan tekanan angin yang tinggi.
15. Keamanan
Pertimbangan berikutnya adalah memerhatikan tingkat keamanan kawasan apartemen, terlebih jika Anda berniat menempatinya bersama keluarga tercinta. Hal-hal yang harus ditanyakan kepada pihak pengelola meliputi: apakah apartemen selalu dijaga dengan ketat? Berapa banyak petugas sekuriti yang berpatroli setiap hari? Apakah mereka berjaga selama 24 jam? Jika Anda pernah mendengar kasus pencurian atau perampokan di apartemen tersebut atau kawasan sekitarnya, sebaiknya hindari. Pemilihan lantai unit juga perlu dipertimbangkan. Jika memiliki anak kecil atau tinggal bersama lansia, memilih unit di lantai yang tidak terlalu tinggi dapat menjadi opsi terbaik agar evakuasi lebih mudah jika terjadi kendala pada lift darurat.
16. Kepadatan Unit per Lantai
Hindari membeli apartemen yang kondisi penghuninya terlalu padat (high density). Kepadatan ini berpotensi menimbulkan masalah seperti antrean lift yang terlalu lama, kesulitan mencari lahan parkir, hingga kemacetan akses keluar-masuk kawasan apartemen. Di samping itu, hunian yang terlalu padat cenderung memicu tingkat kebisingan yang tinggi.
Kesimpulannya, membeli apartemen sama halnya seperti berinvestasi pada properti jenis lainnya. Baik untuk tujuan investasi jangka panjang maupun ditempati sendiri, memerhatikan berbagai pertimbangan di atas sangat krusial agar Anda memperoleh tempat tinggal yang aman dan nyaman.