Oleh : Torushon Simanungkalit (Konsultan Properti)
PENGANTAR
Rumah merupakan aset adalah salah satu instrumen investasi yang menguntungkan. Investasi dalam bentuk properti adalah salah satu yang aman karena fisiknya yang tetap dan tidak dapat berpindah-pindah.
Rumah juga telah terbukti menjadi salah satu produk investasi yang nilainya terus naik secara konsisten dari tahun ke tahun. Selain itu, Rumah adalah salah satu investasi yang fisiknya bisa melindungi Anda dari panasnya terik matahari dan dinginnya hujan.
Banyaknya pengembangan perumahan yang menawarkan rumah dengan harga murah memang sangat menggiurkan. Di samping itu, promosi berupa kemudahan mendapatkan rumah dengan harga murah dan cicilan ringan juga gencar dilakukan oleh Pengembang Perumahan. Walaupun, membeli rumah adalah sebuah investasi, namun tidak semua rumah memiliki potensi investasi yang menjanjikan.
Sebagai Konsumen, sebaiknya memikirkan secara matang apa yang akan diinvestasikan. Hal itu agar return yang diharapkan sesuai dengan harapan . Untuk itu, Konsumen perlu memikirkan dengan matang mengenai seluk-beluk rumah yang akan dibeli untuk dijadikan investasi. Investasi Rumah akan sangat menguntungkan apabila berada pada lokasi yang tepat.
1. TENTUKAN TUJUAN MEMBELI RUMAH
Membeli rumah merupakan suatu langkah berani untuk berinvestasi. Setiap rumah memiliki potensi dan prospek pasar yang berbeda-beda. Sebelum membeli rumah hal yang harus dipikirkan adalah Apa tujuan membeli rumah tersebut. Apakah akan ditempati, disewakan atau investasi?
Jika tujuan membeli rumah untuk disewakan maka harus dipastikan rumah yang akan dibeli dekat dengan pusat bisnis atau perdagangan, perkantoran, sekolah atau kampus dan kawasan industri. Perhatikan juga tingkat occupancy rumah yang disewakan di sekitar area rumah yang akan dibeli. Perlu di pastikan jangan oversupply. Pastikan lokasi tersebut memiliki demand yang tinggi tetapi sedikit supply, maka akan sangat tepat membeli rumah tersebut.
Jika tujuan Anda membeli rumah untuk dihuni, maka harus dipastikan rumah yang akan di beli nyaman dan aman. Apakah lebih nyaman dengan rumah yang cluster atau lebih suka rumah di perumahan biasa? Hal tersebut bergantung pada preferensi konsumen. Perlu dicermati surrounding rumah yang akan dipilih, apakah dekat dengan kuburan, sungai, tempat pembuangan sampah akhir, dsb. Faktor tersebut dapat mempengaruhi kenyamanan dan keamanan yang tentunya akan memperlambat kenaikan (gain) harga rumah nantinya
Jika tujuan Anda membeli rumah adalah untuk kepentingan berinvestasi, maka Anda benar-benar harus jeli melihat potensi dan peluang jangka panjang. Investasi pada sektor properti adalah investasi jangka panjang. Anda harus melihat potensi kenaikan permintaan di daerah tersebut, potensi pembangunan infrastruktur oleh pemerintah, potensi dibangunnya fasilitas-fasilitas pendukung lainnya. Hal itu agar nilai investasi properti bertambah kedepan.
2. TENTUKAN LOKASI YANG STRATEGIS
Sebuah rumah akan disebut prospek jika berlokasi di kawasan strategis. Artinya secara posisi mudah diakses dan dijangkau serta tidak terlalu jauh dari pusat bisnis dan perkotaan. Selain itu, akses menuju rumah harus dapat dilalui oleh berbagai jenis transportasi dan dapat diakses kapanpun dengan mudah.
Lokasi adalah hal yang utama membeli Rumah. Lokasi yang bagus memiliki demand yang tinggi dengan harga yang stabil dan konsisten meningkat. Konsumen bisa mendapatkan rumah yang agak sempit di lokasi bisnis atau rumah yang besar tetapi jauh kawasan komersial. Namun, secara konsisten permintaan akan lebih banyak pada rumah yang berlokasi di perkotaan atau berdekatan dengan pusat bisnis. Rumah pada kawasan atau lokasi seperti ini akan lebih laku untuk disewakan.
Begitu pula rumah pada kawasan perumahan dan rumah yang berada di gang akan berbeda peminatnya. Secara kenyamanan, keamanan dan prospek peningkatan harga, maka rumah di perumahan akan lebih prospek dibandingkan rumah yang berada di dalam gang. Oleh karena itu, sangat disarankan agar Anda membeli hunian yang berada di perumahan yang berlokasi strategis dan dibangun oleh developer terpercaya untuk mengurangi resiko gagal bangun.
3. BANYAK ALTERNATIF SARANA TRANSPORTASI
Banyaknya sarana transportasi juga akan membuat sebuah perumahan memiliki potensi kenaikan harga. Mudahnya mendapatkan transportasi dan lengkapnya sarana transportasi akan membuat sebuah perumahan menjadi mudah diakses dan banyak sekali masyarakat yang mengetahui akan keberadaan perumahan tersebut. Hal ini bagus karena perumahan tersebut semakin dikenal luas dan harapannya banyak calon buyer atau investor yang tertarik untuk memiliki properti di perumahan tersebut.
4. PERUMAHAN TERSEBUT BERFASILITAS LENGKAP
Fasilitas menjadi salah satu kunci dari keberhasilan sebuah perumahan dalam menarik calon buyer dan investor. Bayangkan saja, jika Anda tinggal pada suatu rumah yang tidak memiliki fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas olahraga serta pusat perbelanjaan untuk memenuhi kebutuhan sandang dan pangan Anda. Hal ini mengharuskan Anda pergi jauh ke daerah lain yang cukup jauh dan memakan waktu untuk bisa mendapatkan fasilitas tersebut. Tentu saja hal ini akan mengurangi minat Anda maupun calon buyer lainnya dalam membeli rumah. Rumah tersebut bisa menjadi bad investment jika tidak memiliki fasilitas apapun dan jauh dari fasilitas fasilitas pendukung.
5. PILIH DEVELOPER YANG MEMILIKI RECORD DAN PENGALAMAN YANG BAIK
Sebuah area perumahan yang dibangun oleh developer ternama memiliki harga jual yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan nama baik sebuah developer seringkali menjadi “pendongkrak” harga pasar sebuah rumah dan juga harga tanah yang berada di dalam area perumahan serta di sekitar area pengembangan perumahan oleh developer tersebut. Poin selanjutnya yang menjadi perhatian adalah memilih berinvestasi pada properti yang dijual oleh developer yang memiliki track record baik akan mengurangi resiko gagal bangun, wanprestasi ataupun resiko penipuan karena developer tersebut tak berizin (bodong). Untuk itu, pastikan developer yang membangun perumahan memiliki kredibilitas dan integritas serta track record yang baik.
6. PILIH RUMAH DENGAN MATERIAL BANGUNAN BERKUALITAS
Kekuatan dan kokohnya sebuah rumah ditopang oleh kualitas material bangunannya. Pastikan Anda memperhatikan dengan sangat teliti kualitas material yang menjadi komponen pada rumah. Kualitas bangunan menjadi salah satu faktor sebuah rumah aman untuk ditinggali. Kualitas bangunan juga meminimalisir kerusakan-kerusakan yang tidak diinginkan akibat rendahnya kualitas material bangunan. Lebih baik membeli sedikit lebih mahal namun awet hingga bertahun-tahun ketimbang irit sekarang namun harus renovasi terus-menerus.
7. PASTIKAN LEGALITAS PERUMAHAN AMAN
Sebelum mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli rumah, pastikan Anda telah melakukan pengecekan akan legalitas rumah yang akan dibeli. Apakah sudah memiliki Izin Membangun Bangunan (IMB), status kepemilikan tanah yang dibangun pengembang, legalitas perusahaan selaku developer dan kontraktor, serta hal-hal lain seputar masalah perizinan dan legalitas perumahan. Jangan sampai terdapat hal-hal yang melanggar hukum, sehingga investasi Anda tidak menjadi investasi yang buruk atau terjebak pada investasi properti bodong. Konsumen bisa menanyakan langsung kepada pengembang perumahan atau mencari tahu informasi melalui sosial media, google, dll.
8. TENTUKAN BUDGET
Dalam berinvestasi properti, pasti Anda harus memiliki sejumlah dana atau anggaran yang bisa digunakan untuk membeli properti. Anggaran (budget) tersebut harus sesuai dengan kemampuan Anda. Jangan memaksakan sebuah properti yang terlalu mahal, sehingga membuat Anda harus berhutang dengan cicilan yang terlalu besar. Hal ini akan mengakibatkan cash flow keuangan Anda terganggu. Pada prinsipnya adalah usahakan Anda berinvestasi menggunakan dana “nganggur” atau dana tabungan tak terpakai. Jika sifatnya urgent, karena Anda membutuhkan hunian segera, maka beli rumah dengan harga yang sesuai dengan budget dan kemampuan Anda. Hal ini akan membuat Anda nyaman dalam berinvestasi dan mengurangi risiko masalah keuangan yang akan terjadi setelah berinvestasi properti.
9. TENTUKAN TIPE RUMAH SESUAI KEBUTUHAN
Dalam memilih rumah yang tepat, Anda bisa memilih tipe rumah dan ukuran rumah yang tepat. Beli rumah yang sesuai dengan kebutuhan. Jangan beli rumah yang terlalu kecil atau terlalu besar. Selain membuat Anda menjadi tidak nyaman, rumah yang terlalu kecil atau terlalu besar biasanya tidak terlalu banyak dicari orang. Jika rumah akan dijual lagi, pilihlah rumah dengan ukuran yang best seller atau yang harganya masih masuk akal. Hal ini akan membuat rumah Anda lebih diminati oleh calon buyer saat akan dijual kembali.
10.TENTUKAN CARA PEMBAYARAN
Biasanya, Pengembang perumahan memberikan 3 (tiga) pilihan cara pembayaran untuk pembelian rumah baru (hunianl). Membayar secara cash keras, cicilan cash bertahap selama 12-36x dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) jangka waktu 10 s/d 20 tahun.
Jika menggunakan cara pembayaran cash keras, biasanya mendapatkan diskon khusus. Cara cash keras sangat disukai oleh developer, tetapi jarang buyer membeli properti secara hard cash.
Cara pembayaran kedua adalah cash bertahap atau cicilan ke developer. Cara cash bertahap adalah melakukan pembayaran secara tunai namun dilakukan dalam beberapa kali, dengan tempo tertentu. Biasanya jangka waktu 12 bulan hingga 36 bulan. Tetapi beberapa pengembang menawarakan keringanan pembayaran hingga 60 kali. cara cicilan bertahap biasanya lebih mahal dibandingkan dengan harga hard cash.
Cara pembayaran ketiga adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR). KPR adalah sebuah fasilitas pembiayaan yang diberikan kepada calon buyer property sebagai nasabah perbankan. Melalui fasilitas KPR, calon buyer dipermudah dalam mendapatkan properti impian dengan cepat. Pihak perbankan akan membantu membayarkan rumah yang dibeli. Akan tetap perlu melakukan pembayaran uang muka (down payment) dan selanjutnya Anda diharuskan untuk membayar cicilan kepada pihak perbankan. Dalam melakukan pinjaman KPR. Perlu mempertimbangkan dengan baik akan pembayaran cicilan bulanan, apakah terlalu memberatkan. Pastikan besaran cicilan tidak lebih dari 30% dari total pendapatan rutin.
11. TENTUKAN BUDGET UNTUK FURNITURE
Biasanya membeli rumah baru konsumen mendapatkan rumah dalam bentuk kosong atau unfurnished. Sehingga perlu menyiapkan budget untuk membeli perabotan, furnitur maupun interior sehingga rumah nyaman untuk ditempati. Konsumen perlu menyisihkan anggaran untuk melengkapi interior rumah dan juga perabotan yang akan digunakan jika rumah akan ditempati.
12. JANGAN MENUNGGU HARGA BAGUS
Calon buyer seringkali batal membeli rumah karena menunggu momen harga rumah turun, suku bunga turun atau menunggu pasar rumah lesu agar bida mendapatkan diskon harga (buyers time). Pada kenyataannya, menunggu merupakan keputusan yang kurang tepat. Karena semakin lama menunggu, maka harga rumah mengalami peningkatan.selain itu, lokasi-lokasi terbaik sudah dibeli oleh konsumen lain. Sehingga, semakin lama Anda menunggu, akan mendapatkan lokasi rumah yang kurang strategi. Bila mendapatkan properti yang tepat dan memiliki sejumlah dana yang siap untuk diinvestasikan, maka tidak ada salahnya membeli rumah secepatnya. Sehingga, bisa mendapatkan capital gain yang lebih bagus disaat orang lain sedang menunggu momentum.